Tugas Softskill 3


1.      Apa yang dimaksud dengan video streaming dan jelaskan cara kerjanya
2.      Apa yang dimaksud dengan teleconference dan jelaskan cara kerjanya
3.      Jelaskan tentang teknologi grafis, animasi, dan video

Jawab
1.      Video Streaming terdiri dari 2 suku kata : Video dan Streaming
Video adalah teknologi pengiriman sinyal elektronik dari suatu gambar bergerak. Aplikasi umum dari sinyal video adalah televisi, tetapi dia dapat juga digunakan dalam aplikasi lain di dalam bidang teknik, saintifik, produksi dan keamanan.
Streaming adalah sebuah teknologi untuk memainkan ulang file audio (suara) dan video (gambar diam atau bergerak) secara langsung ataupun dengan pre-recorder dari sebuah mesin server (web server). Dengan kata lain, file audio ataupun video yang terletak dalam sebuah server dapat secara langsung dijalankan pada perangkat sesaat setelah ada permintaan dari user, sehingga proses running aplikasi yang diunduh (download) berupa waktu yang lama dapat dihindari tanpa harus melakukan proses penyimpanan (save file) terlebih dahulu pada media penyimpanan (memory).
Streaming, yaitu teknologi yang dapat menerima serta mengirim informasi dari satu pihak ke pihak lain menggunakan alat yang dapat menerima aliran media streaming tersebut.
Video Streaming adalah sebuah komunikasi yang dilakukan melalui broadcast akses internet untuk menghasilkan sebuah gambar
Cara Kerja :
 Pada awalnya, data dari source (bisa berupa audio maupun video) akan di-capture dan disimpan pada sebuah buffer yang berada pada memori komputer (bukan media penyimpanan seperti harddisk) dan kemudian di-encodesesuai dengan format yang diinginkan. Dalam proses encoding ini, user dapat mengkompresi data sehingga ukurannya tidak terlalu besar (bersifat optional). Namun pada aplikasi streaming menggunakan jaringan, biasanya data akan dikompresi terlebih dahulu sebelum dilakukan streaming, karena keterbatasan lebar pita (bandwitdh) jaringan. Setelah di-encode, data akan di-stream ke user yang lain. User akan melakukan decode data dan menampilkan hasilnya ke layar user. Waktu yang dibutuhkan agar sebuah data sampai mulai dari pemancar sampai penerima disebut dengan latency.

                                                       Gambar : Cara Kerja Video Streaming
2.      Teleconference 
adalah sebuah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang terjadi melalui perantara telefon atau koneksi jaringan internet atau juga bisa diartikan komunikasi dua arah yang dilakukan oleh lebih dari satu orang dengan menggunakan teknologi komunikasi atau jaringan computer dengan sarana-sarana penunjangnya. Komunikasi tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan text (chating conference), suara (audio conference) dan menggunakan video (video conference) yang memungkinkan peserta konferensi saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya.
Telekonferensi, dalam telekomunikasi, merupakan pertemuan berbasis elektronik secara langsung (live) di antara dua atau lebih partisipan manusia atau mesin yang dihubungkan dengan suatu sistem telekomunikasi yang biasanya berupa saluran telepon.
Cara Kerja :
Teleconference bekerja dengan menggunakan 3 cara yaitu gan voice activation, continuous presence, atau gabungan dari keduanya.
Pertama-tama pilih software Microsoft Visual C# 2005 yang merupakan Integrated Development Environment (IDE) yang berbasiskan .NET Framework 2.0 SP1. Microsoft Visual C# menyediakan Graphical User Interface (GUI) yang mudah didesain dan memiliki banyak library yang sangat membantu dalam pembuatan sistem. Selain itu, digunakan beberapa library tambahan seperti:
• Microsoft Managed DirectShow
• ConferenceXP RTP Filter
• Microsoft Visual C++ 2005 Redistributable
• Windows Media Player 11 Codec
Pertama kali, user harus memilih jenis IP yang akan digunakan (IPv4 atau IPv6) dengan memilih radio button. Untuk memilih IP address, user dapat mengklik combo box dan memilih IP yang terdapat pada komputer. Setelah itu, user menekan tombol centang yang ada di kanan bawah.
Jika user diperbolehkan untuk bergabung ke dalam konferensi, akan muncul form set destination IP and port. Setelah user mengisi alamat IP dan nomor port, user akan tergabung ke dalam konferensi.
Salah satu aspek yang penting dalam aplikasi video conference adalah penggunaan bandwidth, karena aplikasi ini mengirimkan data berupa gambar dan suara yang memiliki ukuran yang cukup besar, sehingga untuk dapat berjalan dengan lancar, bandwidth yang ada harus mencukupi.
3.      Grafika 
adalah suatu teknik atau cara penyampaian pesan, gagasan, informasi, pikiran, kesan perasaan melalui penggandaan dengan cara dicetak dan disajikan kepada khalayak.
 Teknologi Grafika merupakan teknologi yang menciptakan penyampaian informasi ke khalayak dengan suatu teknik yang dicetak
 Desain grafis merupakan salah satu bentuk dalam desain yang lebih luas yaitu desain komunikasi visual, karena yang terakhir ini mencakup media yang juga bisa “bergerak” seperti film iklan, multimedia, audio visual, beberapa bentuk di dalam sinematografi, animasi, dan televisi.
































Gambar : Perkembangan Teknologi Grafika

Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-“putar” sehingga muncul efek gambar bergerak.
Teknologi animasi, merupakan penciptaan bentuk animasi dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan teknolog sekarang lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.
Video (“video” yang berarti “Aku lihat”, dari kata kerja bahasa Latin “videre”) merujuk kepada beberapa format penyimpanan gambar bergerak: format video digital, termasuk Blu-ray Disc, DVD, QuickTime, dan MPEG-4; dan video analog, termasuk VHS dan Betamax. Video dapat direkam dan ditransmisikan dalam berbagai media fisik: dalam pita magnetik ketika dicatat sebagai sinyal PAL atau NTSC listrik oleh kamera video, atau dalam MPEG-4 atau media digital DV saat direkam oleh kamera digital.
Sejarah Teknologi video pertama kali dikembangkan untuk sistem sinar katoda tabung televisi, tapi beberapa teknologi baru untuk perangkat tampilan video sejak diciptakan. Standar untuk pesawat televisi dan monitor komputer cenderung berkembang secara mandiri, namun kemajuan dalam kinerja komputer dan penyiaran televisi digital dan rekaman adalah menghasilkan konvergensi standar dan penggunaan konten.
Karakteristik dari pembuatan dengan menggunakan teknologi video
Frame Per Second (FPS)
Frame rate, jumlah gambar diam per unit waktu video, berkisar dari enam atau delapan frame per detik (frame / s) untuk kamera mekanik tua sampai 120 atau lebih frame per detik untuk kamera profesional yang baru. PAL (Eropa, Asia, Australia, dll) dan SECAM (Prancis, Rusia, sebagian Afrika dll) menetapkan standar 25 frame / s, sedangkan NTSC (Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dll) 29,97 menentukan frame / s. Film yang ditembak di frame rate lebih lambat dari 24photograms / s, yang sedikit merumitkan proses mentransfer film video sinematik. Frame rate minimal untuk mencapai ilusi gambar bergerak adalah sekitar lima belas frame per detik.
Interlacing
Video dapat interlaced atau progresif. Interlacing diciptakan sebagai cara untuk mencapai kualitas visual yang baik dalam keterbatasan bandwidth yang sempit. Horizontal scan baris setiap frame interlaced diberi nomor berurutan dan dibagi menjadi dua bidang: bidang aneh (lapangan atas) yang terdiri dari garis bernomor ganjil dan bahkan lapangan (lapangan bawah) yang terdiri dari baris genap. NTSC, PAL dan SECAM adalah interlaced format. Spesifikasi disingkat resolusi video sering termasuk i untuk menunjukkan interlacing. Sebagai contoh, format video PAL sering ditetapkan sebagai 576i50, di mana 576 menunjukkan resolusi garis vertikal, i menunjukkan interlacing, dan 50 menunjukkan 50 bidang (setengah-frame) per detik.Dalam sistem progressive scan, update setiap periode refresh semua scan lines. Hasilnya adalah sebuah resolusi spasial lebih tinggi dan kurangnya berbagai artefak yang bisa membuat bagian-bagian gambar yang diam tampaknya bergerak atau berkedip.Sebuah prosedur yang dikenal sebagai deinterlacing dapat digunakan untuk mengubah arus interlaced, seperti analog, DVD, atau satelit, untuk diproses oleh perangkat progressive scan, seperti TFT-set TV, proyektor, dan panel plasma. Deinterlacing tidak bisa, bagaimanapun, menghasilkan kualitas video yang setara dengan benar progressive scan bahan sumber.
Display Resolution
Ukuran gambar video diukur dalam pixel untuk video digital, atau scan garis horisontal dan garis vertikal resolusi untuk video analog. Dalam domain digital (misalnya DVD) televisi definisi standar (SDTV) ditetapkan sebagai 720/704/640 × 480i60 untuk NTSC dan 768/720 × 576i50 untuk PAL atau SECAM resolusi. Namun dalam domain analog, jumlah scanlines terlihat tetap konstan (486 NTSC/576 PAL), sedangkan pengukuran horisontal bervariasi dengan kualitas sinyal: sekitar 320 pixel per Scanline untuk kualitas VCR, 400 piksel untuk siaran TV, dan 720 pixel sumber DVD. Aspek rasio dipertahankan karena non-square “piksel”. televisi definisi tinggi baru (HDTV) mampu resolusi hingga 1920 × 1080p60, yaitu 1920 pixel per scan scan baris demi baris 1080, progresif, pada 60 frame per detik. Resolusi video-video untuk 3D diukur dalam voxels (volume elemen gambar, yang mewakili nilai dalam ruang tiga dimensi). Misalnya 512 × 512 × 512 resolusi voxels, sekarang digunakan untuk sederhana-3D video, dapat ditampilkan bahkan pada beberapa PDA.


Aspect Ratio
Ukuran gambar video diukur dalam pixel untuk video digital, atau scan garis horisontal dan garis vertikal resolusi untuk video analog. Dalam domain digital (misalnya DVD) televisi definisi standar (SDTV) ditetapkan sebagai 720/704/640 × 480i60 untuk NTSC dan 768/720 × 576i50 untuk PAL atau SECAM resolusi. Namun dalam domain analog, jumlah scanlines terlihat tetap konstan (486 NTSC/576 PAL), sedangkan pengukuran horisontal bervariasi dengan kualitas sinyal: sekitar 320 pixel per Scanline untuk kualitas VCR, 400 piksel untuk siaran TV, dan 720 pixel sumber DVD. Aspek rasio dipertahankan karena non-square “piksel”. televisi definisi tinggi baru (HDTV) mampu resolusi hingga 1920 × 1080p60, yaitu 1920 pixel per scan scan baris demi baris 1080, progresif, pada 60 frame per detik. Resolusi video-video untuk 3D diukur dalam voxels (volume elemen gambar, yang mewakili nilai dalam ruang tiga dimensi). Misalnya 512 × 512 × 512 resolusi voxels, sekarang digunakan untuk sederhana-3D video, dapat ditampilkan bahkan pada beberapa PDA.
Color Space dan Bits Per Channel
Contoh warna pesawat U-V, nilai Y = 0,5
nama model Warna menggambarkan representasi warna video. YIQ digunakan di televisi NTSC. Ini berhubungan erat dengan YUV digunakan dalam skema dan televisi NTSC PAL dan skema YDbDr digunakan oleh televisi SECAM. Jumlah warna yang berbeda yang dapat diwakili oleh sebuah pixel tergantung pada jumlah bit per pixel (bpp). Sebuah cara yang umum untuk mengurangi jumlah bit per pixel dalam video digital adalah dengan subsampling kroma (misalnya 04:04:04, 04:02:02, 4:02:00 / 4:01:01).
Video Quality
Kualitas video dapat diukur dengan metrik formal seperti PSNR atau dengan kualitas video subjektif menggunakan observasi ahli. Kualitas video subjektif dari sistem pengolahan video dapat dievaluasi sebagai berikut: Pilih urutan video (dengan SRC) digunakan untuk pengujian. Pilih pengaturan sistem untuk mengevaluasi (di HRC). Pilih metode uji untuk bagaimana mempresentasikan urutan video ke ahli dan untuk mengumpulkan peringkat mereka. Undangan cukup banyak ahli, sebaiknya tidak kurang dari 15. Melaksanakan pengujian. Hitung rata-rata nilai untuk setiap HRC berdasarkan peringkat para ahli ‘. Banyak metode video kualitas subjektif dijelaskan dalam BT.500 rekomendasi ITU-T. Salah satu metode standar adalah Double Stimulus Penurunan Skala (DSIS). Dalam DSIS, masing-masing ahli video referensi pandangan tak terhalang diikuti oleh versi gangguan dari video yang sama. ahli kemudian tingkat gangguan video menggunakan skala mulai dari “gangguan yang tak terlihat” untuk “gangguan sangat mengganggu”.
Video Compression Method
Berbagai macam metode digunakan untuk kompresi video stream. Video berisi data redundansi spasial dan temporal, sehingga tidak dikompresi video stream yang sangat tidak efisien. redundansi Secara umum, spasial berkurang dengan mendaftarkan perbedaan antara bagian-bagian dari sebuah frame tunggal; tugas ini dikenal sebagai kompresi intraframe dan berkaitan erat dengan kompresi gambar. Demikian juga, redundansi temporal dapat dikurangi dengan mendaftarkan perbedaan antara frame; tugas ini dikenal sebagai kompresi interframe, termasuk gerakan kompensasi dan teknik lainnya. Standar modern yang paling umum adalah MPEG-2, digunakan untuk DVD dan televisi satelit, dan MPEG-4, digunakan untuk video di rumah.

Bit Rate
Tingkat Bit adalah ukuran tingkat konten informasi dalam aliran video. Hal ini dihitung dengan menggunakan bit per detik (bit / s atau bps) unit atau Megabits per detik (Mbit / s). Tingkat bit yang lebih tinggi memungkinkan kualitas video yang lebih baik. VideoCD Misalnya, dengan bit rate sekitar 1 Mbit / s, adalah kualitas lebih rendah daripada DVD, dengan bit rate sekitar 5 Mbit / s. HD (High Definition Digital Video dan TV) memiliki kualitas yang lebih tinggi, dengan bit rate sekitar 20 Mbit / s. laju bit variabel (VBR) adalah suatu strategi untuk memaksimalkan kualitas video visual dan meminimalkan bit rate. Pada adegan gerak cepat, bit rate bit variabel menggunakan lebih dari itu tidak pada adegan gerak lambat dari durasi yang sama belum mencapai kualitas visual yang konsisten. Untuk real-time dan non-buffered video streaming saat bandwidth yang tersedia adalah tetap, misalnya dalam videoconference disampaikan pada saluran bandwidth tetap, kecepatan bit konstan (CBR) harus digunakan.
Stereoscopic
Stereoscopic video dapat dibuat menggunakan beberapa metode yang berbeda:
dua saluran – saluran yang tepat untuk mata kanan dan saluran kiri untuk mata kiri. Kedua saluran dapat dilihat secara simultan dengan menggunakan polarisasi filter cahaya 90 derajat off-axis dari satu sama lain pada dua proyektor video. Saluran secara terpisah ini terpolarisasi dilihat memakai kacamata dengan filter polarisasi yang sesuai. satu saluran dengan dua warna overlayed kode lapisan. Teknik Lapisan ini kiri dan kanan kadang-kadang digunakan untuk siaran jaringan, atau baru “anaglyph” rilis 3D film di DVD. Wikipedia Merah / gelas plastik Sian menyediakan sarana untuk melihat gambar discretely untuk membentuk pandangan stereoscopic isi. Satu saluran dengan bergantian kiri / kanan frame untuk setiap mata, menggunakan kacamata LCD shutter yang membaca sinkronisasi frame dari VGA Display Data Channel untuk masing-masing secara bergantian menutup mata, sehingga mata yang tepat melihat bingkai yang benar. Metode ini paling umum dalam aplikasi komputer virtual reality misalnya di dalam Gua Otomatis Virtual Lingkungan, tapi mengurangi framerate video yang efektif sampai setengah dari normal (misalnya, dari 120Hz ke 60Hz). Blu-ray Disc sangat meningkatkan ketajaman dan detail efek 3D dua-warna dalam program kode warna stereo. Lihat artikel stereoskopi dan film 3D.
Sumber :
WASONO, Antonius Bowot Teknik Grafika dan Industri Grafika Jilid 1 untuk SMK /olehAntonius Bowo Wasono, Romlan, Sujinarto—- Jakarta : DirektoratPembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat JenderalManajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, DepartemenPendidikan Nasional, 2008
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) oleh:Andreas Handojo1, Robin Chandra2, Justinus Andjarwirawan1
https://amahabas.wordpress.com/diary/pengantar-telematika/tugas-3-video-streaming-dan-teleconference/


Pengantar Telematika (TUGAS 2)

  1.       Jelaskan tentang perkembangan jaringan komputer sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika !
  2.       Jelaskan tentang perkembangan wireless yang meliputi hardware, OS, program aplikasi pada perangkat wireless !
  3.       Jelaskan dan gambarkan fitur layout telematika !
  4.       Jelaskan bagaimana pengamanan telematika di lihat dari aspek jaringan baik yang menggunakan kabel atau non kabel !

Jawab :
  1.    Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 olehwarga Prancis. 
Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukupmengindahkan perkembangan telematika. 
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to  use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984. 
Setahun sebelumnya di Amerika Serrikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet. 
Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakt Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat olehJhhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat "pesan" berbasis "unix", "ethernet", pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun- tahun tersebut, istilah "unix", "email", "PC", "modem", "BBS", "ethernet", masih merupakan kata-kata yang sangat langka. 
Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut. 
Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society - Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti "JUNK/Batavia". Di kalangan akademis, pernah ada UNInet dan Cossy. UNINET merupakan sebuah jaringan berbasis UUCP yang konon pernah menghubungkan Dikti, ITS, ITB, UI, UGM, UnHas, dan  UT. Cossy pernah dioperasikan dengan menggunakan X.25 dengan pihak dari Kanada. Milis yang kemudian muncul menjelang akhir tahun 1980-an ialah the Indonesian Development Studiesi (IDS) (Syracuse, 1988); UKIndonesian (UK, 1989); INDOZNET (Australia, 1989); ISNET (1989); JANUS (Indonesians@janus.berkeley.edu), yang saking besarnya sampai punya beberapa geographical relayers; serta tentunya milis kontroversial seperti APAKABAR. 
Jaringan internet tersebut, terhubungakan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawattransceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan computer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar. 

  2.    Hardware Access Point Plus
      Access Point dapat berupa perangkat access point saja atau dengan dual fungsi sebagai internal router. Bahkan pada model terbaru sudah ditambahkan teknologi Super G dengan kemampuan double transmisi, smart DHCP bagi client network dan hardware standard monitor serta Firewall dan sebagainya. Alat Access point dapat dipasangkan pada sebuah hub, cable modem atau alat lainnya untuk menghubungkan computer dengan WIFI kedalam sebuah network lain.

     PMCIA Adapter
     Alat ini dapat ditambahkan pada notebook dengan pada PCMCIA slot. Model PCMCIA juga tersedia dengan tipe G atau double transmit.
    
     USB Wireless Adaptor
     Termasuk perangkat baru dan praktis pada teknologi WIFI. Alat ini mengambil power 5V dari USB port. Untuk kemudahan USB WIFI adapter dengan fleksibel ditempatkan bagi notebook dan PC. Tetapi pada perangkat USB WIFI Adapter memiliki batasan. Sebaiknya mengunakan USB port 2.0 karena kemampuan sistem WIFI mampu mencapai data rate 54Mbps. Bila anda memerlukan kepraktisan, penambahan perangkat Wireless USB adaptor adalah pilihan yang tepat, karena bentuknya yang praktis dan dapat dilepas. Tetapi perlu diingatkan bahwa dengan supply power kecil dari USB port alat juga memilki jangkauan lebih rendah, selain bentuk antenna yang ditanam didalam cover plastik akan menghambat daya pancar dan penerimaan pada jenis perangak ini.

     USB add-on PCI slot
     Perangkat ini umumnya diberikan bersama paket mainboard untuk melengkapi perangkat WIFI pada sebuah computer. Sama kemampuannya dengan PCI card wireless network tetapi mengunakan jack USB internal pada mainboard termasuk pemakaian power diambil dari cable tersebut. Perangkat pada gambar dibawah ini juga dapat diaktifkan sebagai Access Point melalui software driver. Kekuatan alat ini terletak pada antenna, dan memiliki jangkauan sama seperti PCI Wireless adaptor.

     Mini PCI bus adapter
     Perangkat miniPCI bus untuk WIFI notebook berbentuk card yang ditanamkan didalam case notebook. Berbeda dengan card yang digunakan pada computer dengan PCI interface. PCImini bus adalah slot PCI yang disediakan pada notebook dan pemakai dapat menambahkan perangkat seperti WIFI adaptor didalam sebuah notebook. Umumnya perangkat hardware dengan miniPCI bus tidak dijual secara umum, tetapi model terbaru seperti pada Gigabyte GN-WIAG01 dengan kemampuan WIFI Super G sudah dijual bebas untuk upgrade Wireless adaptor bagi sebuah notebook. Perangkat mini PCI untuk wireless nantinya diberikan 2 buah socket antena dan terhubung dengan antena di sisi layar sebuah notebook. Untuk keterangan dimana perangkat ini dipasang, dapat dilihat pada gambar menginstall Mini PCI bus. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja wireless :
      Ø  wireless Wizard 5. 21
      Ø  Linksys wireless-G USB Network Adapter 1.0
  Ø  AirTies Network Assistant 1.0
     Ø  Zamzom wireless network tool 01.07.0.09

  3.   Head up Display System  merupakan sebuah tampilan transparan yang menampilkan data tanpa mengharuskan penggunanya untuk melihat ke arah yang lain dari sudut pandang biasanya. 
      
     Tangible User Interface yang disingkat TUI, adalah antarmuka dimana seseorang dapat berinteraksi dengan informasi digital lewat lingkungan fisik. Nama inisial Graspable User Interface, sudah tidak lagi digunakan. Salah satu perintis TUI ialah Hiroshi Ishii, seorang profesor di Laboratorium Media MIT yang memimpin Tangible Media Group. Pandangan istimewanya untuk tangible UI disebut tangible bits, yaitu memberikan bentuk fisik kepada informasi digital sehingga membuat bit dapat dimanipulasi dan diamati secara langsung.

      Computer Vision merupakan ilmu pengetahuan dan teknologi dari mesin yang melihat. Dalam aturan pengetahuan, komputer visi berhubungan dengan teori yang digunakan untuk membangun sistem kecerdasan buatan yang membutuhkan informasi dari citra (gambar). Data citranya dapat dalam berbagai bentuk, misalnya urutan video, pandangan deri beberapa kamera, data multi dimensi yang di dapat dari hasil pemindaian medis.

     Browsing Audio Data merupakan metode browsing jaringan yang digunakan untuk browsing video / audio data yang ditangkap oleh sebuah IP kamera.

     Speech Recognition merupakan hasil kecerdasan buatan dari pembicaraan manusia. Komputer yang digunakan untuk tujuan ini disebut speech syhthesizer dan dapat diterapkan pada perangkat lunak dan perangkat keras. Sebuah sistem text to speech (TTS) merubah bahasa normal menjadi pembicaraan.

     Gambar Layout Telematika

  4.    Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. 
      
      Layanan Keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jariangan tidak mudah hilang. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan di sini adalah memberikan peningkatan tertentu untuk jaringan. Peningkatan keamanan jaringan ini dapat dilakukan terhadap :
Ø  Rahasia (privacy)
Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal pada jaringan menyebabkan penyembunyian data yang sensitif menjadi sulit.
Ø  Keterpaduan data (data integrity)
Karena banyak node dan pemakai berpotensi untuk mengakses sistem komputasi, resiko korupsi data adalah lebih tinggi.
Ø  Keaslian (authenticity)
Hal ini sulit untuk memastikan identitas pemakai pada system remote, akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai keaslian seorang pemakai yang dijalankan oleh host lain.
Ø  Convert Channel
Jaringan menawarkan banyak kemungkinan untuk konstruksi convert channel untuk aliran data, karena begitu banyak data yang sedang ditransmit guna menyembunyikan pesan.
Keamanan dapat didefinisikan sebagai berikut :
Ø  Integrity
Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang
Ø  Confidentiality
Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki     wewenang.
Ø  Authentication
Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
Ø  Availability
Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
Ø  Nonrepudiation
Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.

Layanan Context – Aware – Event Base mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
Contoh: Vehicle Diagnostic Service, Car Insurance based on driving statistic

Layanan Perbaikan Sumber  adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.


    Sumber :

Tugas Softskill Puisi : "Cinta Tak Terbalas"

Salahmu buat aku jatuh cinta denganmu
buat seribu bayangan dirmu dalam hidupku
salahmu buatku terpesona padamu
Kau sentuh hatiku dengan tatapanmu

Tertatih aku melihatmu bersamanya
terbata bicaraku di hadapanmu yang tak acuh
lidah kaku tak dapat bergerak
Tubuh bergetar tak menentu

... Ku pikir jatuh cinta indah
tapi kini ku terluka?
ku pikir cinta kini memihak padaku
Tapi kini ku masih sendiri?

Seakan menusuk tulang cinta tak terbalas
terbias tak berbekas
manakala bibir tak dapat berucap
Cinta berhenti tak dapat berbalas

by : Arman
from
http://coratcoret-farras.blogspot.co.id/2014/03/html.

Tugas Softskill Cerpen : "ENAM"

Enam



            Pagi itu Iwan bangun lebih pagi dari biasanya, dan tampak sangat bersemangat. Segera ia mengambil beberapa baju, celana dan pakaian dalam dari lemari dan merapihkan semuanya secara teratur di dalam tas punggungnya. Dicarinya juga perlengkapan elektronik seperti action cam, power bank dan tak lupa juga kabel datanya. Setelah semua perlengkapan dan perlatan tertata rapih di dalam tasnya, ia segera mandi.
            Setelah Ia selesai mandi, diambilnya smartphone-nya dan bertanya kepada teman-temannya di aplikasi line.
“Gimana nih udah pada siap?? Pada ke kampus jam berapa?” kata Iwan,
“Ude sipp ntar gua dari kampus balik dulu, ini udah mau berangkat” balas Alam,
“Siap wan, ntar kita balik kampus istirahat aja dulu di kostan Natas” sahut Puja,
“Okesip jaa, gua udah mau berangkat ke kampus nih, lu pada jalan dah” Iwan mengakhiri pembicaraan dan kemudian segera mempersiapkan motornya untuk berangkat ke kampus.
             Di perjalanan dilihatnya jalanan yang sangat macet, pemandangan seperti ini bukan hal langka untuknya setiap hari jika ingin berangkat ke kampus, karena jalurnya memang termasuk jalur padat.  Iwan bergegas memacu motor matic gambotnya itu sekencang mungkin, setelah dilihat jam di speedometer-nya menunjukan pukul 08.00, dan lab di kampus mulai pada pukul 08.30,
“Duh telat nih gua, ngebut dahh” geramnya dalam hati,
Iwan terus memacu motornya melewati kemacetan yang tiada habisnya.
            Setelah ia sampai di kampus segera ia memarkir motornya di dekat tempat duduk satpam, dan segera ia menyapa sang satpam yang terlihat sedang menyantap sarapan-nya. Iwan memang cukup akrab dengan satpam di kampus H Gunadarma, karena memang satpam di kampus ini cukup ramah kepadanya. Segera Ia bergegas menuju ruangan Ilab di lantai 3, beruntung setelah sampai dilantai atas dilihat teman-teman lainnya masih menunggu di depan ruang lab.
“ahh untung aja masih keburu” katanya dalam hati,
Ia segera berjalan menuju tempat teman-temannya berkumpul, dan menyapa teman-temannya.
“Lu langsung bawa perlengkapan buat nanti jalan wan? Kaga pulang dulu?” tanya Ryan,
“Kaga da gua males bolak balik juga, sayang sayang bensinnya” jawab Iwan,
“Emang lu pada mau kemanain dah??” sahut Natas,
“Cus pisann ke Bukit Moko sama Gunung Padang nanti malem” jawab Ryan,
“Eh ntar gua abis Ilab ke kost-an lu ya tas, gua istirahat disana sampe malem sebelum berangkat nanti” tanya Iwan kepada Natas,
“Iyadah nanti kesana aja” jawab Natas memberikan izin,
Dilihatnya banyak orang sudah mulai mengantri untuk masuk kedalam ruangan lab, segera Iwan dan teman temannya yang lain ikut mengantri untuk masuk ke dalam ruangan Lab.
            Setelah Lab selesai Iwan bertanya kepada Ryan, Puja, Alam, Farid, dan Aji yang nanti malam akan pergi bersamanya dalam perjalanan pikniknya.
            “Ntar jadinya jalan jam berapa da?” tanya Iwan,
            “Jam 8an aja ntar kumpul di kost-annya Natas” jawab Aji,
            “Iyadah sekitar jam segituan aja, ntar gua sama Ryan kesana” jawab Farid,
            “Ntar gua dari rumah nyari laser dulu, baru ke kostan Natas” sahut Puja,
            “Gua naro motor dimana yak? Kan ntar gua ama Aji goncengannya” tanya Alam,
            “Di kontrakan aja di kapuk, ntar lu sama Aji kesini dulu” kata Ryan,
            “Yaudah berarti sekarang mencar dulu aja nih ya, berkabar aja nanti” kata Iwan,
Sepakat sudah iwan dan ke 5 teman lainnya untuk keberangkatannya nanti malam, dan mereka segera berpencar menuju tempatnya masing-masing. Iwan bersama Puja pergi ke kost-an temannya Natas, dan keempat teman lainnya pergi ke rumahnya masing-masing.
            Sesampainya ia di kost-an Natas, kandas rencananya beristirahat sejenak untuk sekedar mengisi tenaga sebelum perjalanan jauhnya nanti malam, karena kostannya sedang sangat ramai dengan teman-teman kelasannya yang lain. Kamar kost-nya kurang lebih berukuran 3 x 4 meter, dan didalamnya ada satu lemari, kasur untuk tidur, meja komputer juga AC yang tergantung di atas jendela. Dengan kamar mandi di bagian dalam kamar kostan ini memang cukup mewah.
“Wedeh rame amatt ini kost-an, kaga bisa tidur dah ini gua” tanya Iwan,
            “Dih bocah manaa luu, ya sini mah rame mulu haha” celetuk Ari dan Alvin,
            “Iya aja dahh yang penting nyelonjor gua mah” jawab Iwan,
Beruntung di sisi ujung kasur ada tempat kosong, langsung saja iwan menaruh semua perlengkapannya dan mengisi tempat kosong di kasur tersebut.
            “ah enak benerrr tiduran adem lagi panas panas gini haha” kata Iwan lega,
Tanpa sadar ia ternyata tetap tertidur meski suasana di kost-an ramai dan berisik.
            Saat terbangun dilihatnya jam pada layar Hp-nya, dan sudah menunjukan pukul 6.30,
            “waduhh ketiduran gua yakk haha” kata Iwan sambil mengusap matanya,
“manee ketidurannn, kaya kebo lu tidur anjir” celetuk Iponk sambil tetap bermain dengan laptopnya,
“waduh ujan deres amat yakk, berangkat maleman lagi dah ini gua, lah si Puja kemanain?” tanya Iwan,
“balik dulu dia, mau beli laser juga katanya” jawab Alvin,
“ohh iyadahh” jawab Iwan sambil sedikit menguap,
Iwan mencari hp-nya, setelah ketemu ia segera menyalakannya dan membuka aplikasi LINE, kemudian ia bertanya pada teman-teman lainnya yang nanti akan pergi.
“nyong ujan gede di kostan Natas nih, kalo nanti jam 8 masih deres gimana?” tanya Iwan,
“aga maleman aja jalannya gapapa, jangan ujan ujanan pokoknya, perjalanannya jauh soalnya, nanti kita berhentinya di warpat puncak pass dulu yak” jawab Ryan seraya memberi tahu rencana perjalanannya,
“ohh okedah oke sipp, gua juga nunggu Puja dulu ini, dia balik dulu sekalian mau beli laser katanya” jawab Iwan,
            Hujan sudah mulai reda, yang tersisa hanya hujan rintik-rintik saja, jam sudah menunjukan pukul 08.30, namun Puja masih belum juga  sampai di kost-an Natas. Sekitar 15 menit kemudian Puja sudah di depan pintu, dan ia mengenakan jas hujan lengkap dengan masih menggunakan helm-nya,
            “udeh ayo cabs dah wan” ajak Puja,
            “okesip gua rapih-rapih dulu” jawab Iwan mengiyakan,
Setelah selesai bersiap-siap ia dan Puja pamit kepada teman-teman lainnya yang ada di kost-an.
Karena ternyata kawan-kawan yang lain sudah siap di kostan kapuk, akhirnya kita sepakat untuk mengubah tempat berkumpul menjadi di depan sevel kapuk, Iwan dan Puja berangkat ke rumah temannya Puja dulu untuk menitip motor, kemudia segera bergegas ke titik temu mereka dengan kawan lainya.
            Sesampainya mereka di depan sevel dilihat teman-teman lainnya sudah siap dipinggir jalan, disambutnya Iwan dan Puja yang baru saja sampai.
            “nah sampee juga luu, udah beres semua kan?” tanya Ryan,
“bentar dulu nyong, gua beli kopi dulu biar seger dijalan” jawab Iwan seraya berjalan ke Alfamart terdekat,
Setelah membeli kopi dan beberapa perlengkapan lainnya Iwan segera bergabung dengan yang lainnya.
Sebelum berangkat mereka memeriksa semua perlengkapan, dan juga merapatkan pakaian mereka termasuk masih menggunakan jas hujan, meskipun hujan sudah berhenti tapi masih terasa rintik-rintik air hujan dan udara yang cukup dingin. Mereka berenam segera berkumpul dan berdoa sebelum berangkat. Setelah selesai berdoa mereka mengambil foto bersama dan kemudian mengupdate-nya di media sosial.
            Barisan mereka terdiri dari 3 motor, barisan paling depan dipimpin oleh Ryan sebagai pengemudi dan Farid sebagai boncenger, barisan kedua diisi oleh Aji dan Alam, dan menutup barisan adalah Iwan dan Puja. Jam sudah menunjukan pukul 10.00 malam, dan mereka mengawali perjalanan mereka malam itu.
            Ditengah perjalanan mereka sempat berhenti karena Puja masih saja mencari tukang laser, ia belum membelinya karena tidak ditemukan tukang yang biasa berjualan di dekat rumahnya. Setelah tawar menawar dengan tukangnya, dengan wajah senang ia kembali naik ke motor Iwan, dan mereka segera melanjutkan perjalanannya.
            Sekitar pukul 12.00 akhirnya mereka sampai di warpat puncak pass, udara yang sangat dingin cukup menyeruak badan mereka sampai bisa membuat mereka menggigil, segera mereka parkirkan motor dan masuk ke dalam salah satu tempat dari banyak warung yang terjajar disana.
            Mereka memesan kopi, indomie, susu, dan teh. Setelah pesanan mereka sampai, mereka segera menyantapnya sambil bercanda-canda. Mengambil beberapa foto dan memajangnya di media sosial. Meskipun terkesan sederhana tapi moment seperti ini adalah moment yang langka dan membuat mereka sangat bahagia.
“nih ntar kita berangkat dari sini sekitar jam 2an yaa, biar pas nanti sampe di bukit moko pas lagi sunrise” jelas Ryan pada yang kawan yang lain,
“iyaa sip dahh” jawab yang lain setuju,
            Jam 2 tepat sudah dilihat Iwan di layar hp-nya, ia segera merapihkan peralatannya dan mengajak yang lainnya untuk segera bergegas.
            “yuk ah cus, ude jam 2 nih” ajak Iwan,
            “iya dah ayoo” jawab yang lain sekaligus merapihkan peralatan mereka juga,
Setelah rapih semua perlengkapannya, mereka bergegas menuju motornya masing-masing dan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan mereka ke tujuan yang berikutnya ke Bukit Moko di Bandung.
            Masih dengan posisi berkendara yang sama, Ryan dan Farid di posisi depan, Aji dan Alam di tengah, Iwan dan Puja di posisi belakang. Kondisi jalan dari puncak turun kearah Cianjur cukup menyenangkan, karena banyak tikungan-tikungan tajam serta tanjakan dan turunan.

            Hal yang menarik terjadi saat sudah keluar dari Cipanas dan menuju kearah Cianjur, dimana kanan dan kiri jalan yang terlihat sudah hutan saja. Ryan dan Farid di posisi depan cukup kesulitan melihat karena lampu utama motor Farid kurang terang. Sesaat kemudian Ryan mencoba untuk mematikan lampu utama motornya.
            “yann nyalain bego lampunya, kaga keliatan apa-apaan” tegur Farid kepada Ryan,
            “haha iyaa iya gua mau nyoba aja” tawa Ryan sambil menyalakan lampu motornya,
            “udah lu nyalain yan?” tanya Farid,
“udahh id.. lah kaga ngaruh hahahaha” jawab Ryan dan membuat mereka berdua tertawa.
            Setelah sampai di Kota Cianjur ditemukannya oleh mereka jalanan yang membentang lurus sekitar 2KM. Awalnya Iwan merasa mereka hanya jalan santai, setelah ia melihat ke speedometer motornya ia cukup kaget karena angkanya sudah menunjukan angka 85kpj.
“buset udah 85 aja, itu motornya si ait malah tambah kenceng ja hahaha” canda Iwan,
            “lah iya buset kuat juga itu motornya si ait haha” jawab Puja sambil tertawa,
Kemudian Iwan segera maju ke samping posisi motor Aji dan Alam,
            “ji buset itu si Ryan motornya ait di geber mulu haha” celetuk Iwan
“hahaha iya udah 90 ini kenceng juga motornya ait” jawab Aji dan Alam sambil tertawa,
Kemudian Aji segera menggeber motornya bermaksud untuk menyalip Ryan dan Farid, dan juga disusul Iwan dan Puja yang ikut menggeber motornya.
            Sesaat kemudian Aji sudah menyalip Ryan pada kecepatan 100kpj, dan tidak lama kemudian disusul oleh Iwan yang menyalip mereka berdua dan melesat jauh karena ingin mencoba top speed motornya. Didapati angka 120kpj pada speedometer motornya, sebenarnya ia yakin masih ada tenaga untuk lebih kencang lagi, tapi berhubung nyalinya sudah habis jadi ia segera mengerem dan menunggu kawan yang lainnya menyalip.
            “ahhh curangg lu 155cc.. “ gerutu Aji,
            “hahahahahaha iyaa “ jawab Iwan sambil tertawa,
“gilaaa hahahaha motornya ait kuat amat gua geber bisa ampe 105” canda Ryan kepada yang lainnya,
“haha iyaa gila juga it motor luu” jawab yang lainnya, Farid hanya tertawa bangga,


Setelah melewati jalan Padalarang yang berliuk-liuk, serta banyak lubang mereka sampai ditempat dimana terdapat banyak truk yang sangat besar dengan lampu yang sangat terang, sampai mereka menyebutnya dengan sebutan TRANSFORMER. Setelah itu mereka sampai di daerah Pasteur. Kemudian mereka terus melanjutkan perjalanan kearah Bandung Kota.
Jam sudah meununjukan pukul 03.30 pagi ,ditengah jalan mereka berhenti, karena Ryan sedikit lupa dengan jalan kearah Bukit Moko. Ryan, Iwan dan Puja sibuk dengan Hpnya mencari jalan lewat aplikasi penunjuk arah, Aji dan Farid mengisi waktu dengan melihat keadaan sekitar sambil menghisap rokoknya, sedangkan Alam sibuk mencari tempat untuk buang air kecil. Karena ia tidak bisa menemukan kamar kecil akhirnya ia buang air kecil di pohon di depan sebuah kios kecil.
Setelah melihat aplikasi dan sedikit bertanya dengan warga setempat yang kebetulan ada di sekitarnya, mereka melanjutkan perjalanan dengan tetap menggunakan aplikasi penunjuk arah. Setelah melewati Bandung Kota, mereka melewati jalan seperti masuk ke perumahan, yang kemudian terus menanjak. Namun ditengah pendakian Ryan berhenti dan berkata kepada Iwan dan Aji bahwa bensin motornya sudah habis, ia akan kembali turun dan menyusul mereka nanti. Ryan meminta agar yang lain berhenti jika menemukan warung dipinggir jalan. Ryan memutar arah dan kembali turun, sedangkan Iwan dan Aji melanjutkan perjalanannya menanjak.
Diperjalanan Iwan dan Aji mencari warung, atau musholla dipinggir jalan untuk menunggu Ryan dan Farid. Namun tidak kunjung ketemu.
“lah ini kaga ketemu juga ji warung ama musholla” tanya Iwan,
“iya nih, gimana? Mau nunggu aja dulu?” jawab Aji,
“lanjut ajalah wan, ini jalanannya tinggal ikutin jalan aja kok, ntar juga mereka nyusul” sahut Puja,
“iyadahh lanjut aja terus” jawab Aji dan Iwan mengiyakan,
            Kemudian mereka mulai menemukan kejanggalan pada jalan yang mereka lalui, jalanannya mulai sangat terjal, mulai dari tanjakan tajam, jalanan berbatu dan licin, hingga yang paling parah adalah jalanan menanjak yang licin dan berbatu, sehingga beberapa kali Alam dan Puja harus turun dan mendorong motor agar motor tidak selip dan mundur.
“ja lu yakin ini jalanannya? Yakali dah tempat wisata jalanannya gini amat” tanya Aji dan Iwan,
“ya disini si gitu, berhenti dulu dah cari tempat aga datar, sekalian nungguin Ryan sama Farid” jawab Puja sambil memeriksa Maps di Hpnya,
Tidak lama kemudian Ryan menelpon Alam, tapi beberapa kali sempat terputus karena gangguan sinyal, Alam mencari tempat dimana sinyal cukup banyak agar ia bisa kembali menelpon Ryan.
Setelah Alam dan Ryan berbicara, ternyata Ryan sudah berada di depan mereka, tapi berada di jalur yang lainnya, mereka segera bergegas dan akhirnya bertemu dengan Ryan dan Farid di dekat gapura dimana terdapat percabangan antara jalan yang mereka lalui dengan yang Ryan dan Farid lalui.
“ahaha gilaa jalanan yang gua lewatin tanjakannya gila banget” kata Ryan dan Farid
“jalanannya aspal kaga?” tanya Iwan,
“iyaa si untung aspal semua” jawab Farid
“busettttt jalanan yang gua lewatin udah nanjak terus berbatu ama tanah semuaaaa, licin bangett!!!” jawab Aji dan Alam,
Kemudian mereka segera melanjutkan perjalanannya yang tinggal sedikit lagi sampai.
Lagi lagi ditemukannya jalanan yang menanjak sangat tinggi dan terjal, sehingga memaksa Alam dan Farid untuk turun dan mendorong motor agar dapat sampai diatas. Sesampainya diatas nafas Alam habis, dia ngos-ngosan sambil tertunduk sampai susah bicara.
Akhirnya sampailah mereka di taman wisata Bukit Moko, setelah memarkir motornya mereka membawa peralatannya dan menuju ke saung-saung yang terdapat di tepi bukit, terpapar lah pemandangan kota Bandung di pagi hari yang masih gelap dan dihiasi lampu-lampu kecil dari rumah warga.
Tepat pukul 5.30, matahari mulai muncul dari pucuk bukit yang ada di sebelah kiri mereka, sedikit bias berwarna oranye menyeruak mengintip dari balik bukit memberikan sedikit rasa hangat dari cuaca dingin pagi hari di Bukit Moko yang masih cukup rindang dengan pohon.
Iwan, Aji dan Farid sibuk mengabadikan gambar-gambar pemandangan alam saat matahari terbit di Bukit Moko yang indah, sekaligus giliran berjaga tas dan peralatan, sedangkan yang lainnya tidur di saung kelelahan karena perjalanan yang cukup melelahkan. Setelah cukup foto yang bisa diambil, sekitar pukul 06.30 mereka bergantian dengan Ryan untuk berjaga menjaga tas dan perlengkapan yang lainnya.
Pukul 9 pagi mereka semua sudah terbangun, segera mereka bersantai dan menikmati sejuknya udara pegunungan di Bukit Moko, mereka bercengkrama dan bercerita tentang hal lucu yang mereka alami sepanjang perjalanan.
Setelah mereka foto bersama, tepat pukul 10 pagi mereka segera turun menuju Bandung kota untuk mencari sarapan. Setelah sampai di Bandung kota mereka segera berhenti di warung nasi pinggir jalan dan makan sarapan dengan lahap. Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke kota Cianjur, disana mereka akan menginap di rumah bibinya Puja, namun di perbatasan Bandung dan Cianjur kembali mereka dihadapi dengan hujan, setelah melewati jembatan Rajamandala akhirnya mereka memutuskan untuk berteduh di warung es kelapa di pinggir jalan.
Hujan turun sangat deras, suara hujan dan kendaraan yang lalu lalang di jalan raya ini membuat suara yang akhirnya sukses mengembalikan rasa ngantuk yang tadi tertunda. Akhirnya beberapa dari mereka kembali tertidur, yang tersisa hanya Ryan dan Farid, mereka berfoto sekaligus menjaga perlengkapan yang ditaruh sembrangan di sekitar mereka. Sekitar pukul 2 siang, hujan sudah berhenti mereka semua sudah terbangun, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah bibinya Puja yang tidak jauh lagi, hanya sekitar 1 jam perjalanan.
Sesampainya mereka di rumah bibinya Puja, mereka segera berkemas dan merapihkan semua peralatannya. Disulap ruang tamu berukuran 3 x 2 meter menjadi kamar tidur untuk 6 orang. Setelah itu mereka bergantian mandi untuk menyegarkan badannya yang sudah sangat lelah.
 Saat makan malam mereka menyantap makanan yang sepertinya agak jarang mereka santap dirumah, yaitu nasi liwet beserta lauknya berupa jengkol, ikan tongkol, sayur kangkung dan sambal. Sangat nikmat makan melingkar berkumpul bersama sambil bercanda-canda. Setelah menyantap makan malam mereka segera tidur untuk mengembalikan energi, karena hari esok mereka harus kembali melanjutkan perjalanan ke Gunung Padang dan kemudian kembali pulang.
Pukul 9 pagi mereka bangun satu persatu, dan mandi bergantian. Sarapan pagi sudah tersedia di meja makan, masakan bibinya Puja terus mengingatkan mereka akan suasana pedesaan. Setelah selesai makan mereka semua berkemas dan berpamitan dengan bibinya Puja, karena setelah dari gunung padang mereka semua langsung melanjutkan perjalanan pulang.
Di perjalanan mereka mampir sebentar ke distro yang jaraknya tidak terlalu jauh, kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka ke gunung padang, jalanannya cukup bagus dan rata, pemandangannya pun tidak kalah bagus, sawah membentang di kanan dan kiri jalanan yang mereka lalui. Sampai akhirnya mereka masuk ke jalan akses menuju ke situs gunung padang, jalanannya sangat menyenangkan, jalanan khas naik ke gunung atau bukit, meliuk-liuk dan banyak pohon disekitarnya.
Sekitar pukul 2 siang akhirnya mereka sampai di tempat parkir kendaraan gunung padang, cukup lelah mereka diperjalanan, alangkah lebih lelahnya mereka saat melihat tangga menanjak terjal untuk naik ke situs gunung padang, setelah membayar tiket masuk seharga 5000/orang , tidak ada kata untuk kembali, mereka melanjutkan perjalanan menanjak ke situs gunung padang. Terbayar lelah kaki mereka setelah sampai dipuncak pendakian situs gunung padang, hamparan landscape bukit hijau, disertai dengan hembusan sejuk angin khas ala pegunungan.
 Situs gunung padang merupakan salah satu tempat wisata tradisi, di tempat ini terdapat banyak batu yang berbentuk seperti balok, namun uniknya saat diperhatikan batu-batu ini berbentuk segi lima dibagian atas dan bawahnya. Konon katanya tempat ini adalah tempat bagi para petinggi daerah saat mengadakan rapat.
Setelah beberapa lama mereka mengabadikan gambar serta bersenda gurau, mereka sepakat untuk turun dan melanjutkan perjalanan pulang pukul 4 sore. Pukul 03.30 mereka segera turun dari situs gunung padang kembali menuju ke parkiran kendaraan.
Cukup lelah kaki mereka saat akhirnya sampai di parkiran, mereka duduk ditanah dan meluruskan kaki mereka yang pegal karena naik turun tangga terjal, setelah cukup istirahat mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan pulang. Mereka berdoa terlebih dahulu dan mempersiapkan segala sesuatunya.
Setelah semua sudah siap mereka bergegas berangkat karena melihat langit sudah cukup gelap pertanda akan turun hujan. Ditengah jalan Iwan menemukan kejanggalan, terdapat jalan bercabang, kemudian ia bertanya kepada Puja karena dia yang paham jalan disini.
“ja belok kemana da? Kanan apa kiri?” tanya Iwan,
“kanan wan” jawab Puja singkat,
“dih yakin lu? Seinget gua kiri dah?” jawab Iwan ragu, akhirnya ia memutuskan untuk berhenti dan bertanya pada yang lain,
“kanan apa kiri nih?” tanya Iwan lagi dengan nada ragu,
“kanan kanann..” yang lainnya menjawab,
Dengan sedikit keraguan Iwan akhirnya ikut pendapat yang lainnya dan berbelok ke kanan di percabangan.
            Kejanggalan pertama mulai ditemukannya, ia melihat ada sekolah dasar di sebelah kanan jalan, padahal saat berangkat ia tidak melihat ada sekolah satupun.
            “ja perasaan kaga ada SD dah tadi?” tanya Iwan,
            “ah elu aja kali lupa wann, ada kok” jawab Puja,
Akhirnya Iwan berusaha yakin dan melanjutkan perjalanan, semakin jauh Iwan cukup yakin kalo jalanan yang dipilihnya sudah mulai benar, sampai saat mereka mulai melewati hutan hangus yang terlihat seperti habis terbakar, Iwan tidak peduli dan terus melanjutkan perjalanan. Saat sampai di tempat dimana mereka bisa melihat hutan yang terlihat habis dipotong habis barulah mereka sadar bahwa mereka salah jalan.
            “perasaan tadi kita kaga ngelewatin hutan gundul gini dah” kata Aji curiga,
            “nah pan gua kataa, tadi mestinya belok kirii” Iwan menimpali,
            “yaudah muter balik dahh” kata Ryan,
Akhirnya mereka berputar arah, dan melanjutkan perjalanan kembali sampai ke jalan yang seharusnya mereka lewati.
            Perjalanan mereka mulai terhambat karena hujan deras mulai turun, mereka segera memacu motor untuk mencari tempat berteduh untuk sekedar menggunakan jas hujan dan menyimpan peralatan elektronik ke tempat yang aman dari hujan, akhirnya mereka berhenti di warung kecil dipinggir jalan, dan dengan cepat memakai jas hujan. Setelah semua sudah siap mereka segera melanjutkan perjalanan.
            Jarak pandang minim karena hujan deras dan hari yang mulai gelap tidak meredakan semangat mereka, hingga sampai mereka menemukan rintangan yang selanjutnya. Dari arah berlawanan mereka bertemu dengan seorang bapak teriak memberitahu bahwa jalan di depan licin. Mereka mengira bahwa yang dimaksud licin hanya karena hujan atau pasir yang basah. Sampai setelah tikungan tajam mereka melihat di depannya jalanan tertutup tanah yang longsor. Cukup dalam jalan tertimbun tanah sekitar 10cm atau sedikit diatas mata kaki orang dewasa. Membuat mereka harus ekstra hati-hati dan waspada dalam melewati jalan tersebut.
            Tidak hanya disatu titik tersebut mereka melewati jalan yang tertutup longsor, mereka harus melewati 6 titik longsor lainnya, beruntung ada warga setempat yang membantu perjalanan dengan mendorong motor saat ban sangat selip. Kondisi jalan seperti ini memang sangat menyusahkan bagi mereka, tapi pengalaman seperti ini yang tidak akan orang dapatkan saat mereka hanya berwisata dengan menggunakan pesawat atau moda transportasi lain.
            Setelah 2 jam melewati jalan yang gelap, hujan, dan licin akhirnya mereka berenam sampai dijalan utama yaitu jalan raya sukabumi-cianjur. Mereka berhenti sejenak di pom bensin untuk mengisi bensin.
            “nyong laper nih sekalian makan aja apa?” kata Farid mengeluh,
“ini kan pom bensin id, lu mau abis makan kaga ngerokok? Asem mulut” Aji menimpali
“lah iya jugaa, yaudah ntar cari lagi dah” jawab Farid,
Setelah selesai mengisi bensin mereka melanjutkan perjalanan, sekaligus mencari tempat untuk makan dipinggir jalan. Akhirnya mereka berhenti di depan sebuah kios yang sudah tutup, halamannya cukup lega sehingga mereka bisa makan bersama di depannya.
Mereka membuka bekal yang tadi pagi dibungkuskan oleh bibinya Puja, 3 bungkus nasi liwet, digelar memanjang oleh mereka, kemudian lauk pauknya di tebarkan secara merata diatasnya, mereka berenam makan bersama dengan membentuk lingkaran. Suasananya memang tidak mewah, tapi moment seperti ini terasa lebih berharga dibandingkan makan di restoran paling mahal sekalipun. Selesai makan mereka sedikit bersantai melepas lelah sambil merokok dan memakan camilan yang barusan dibeli oleh Alam dan Farid di warung sebelah.
Selesai beristirahat mereka segera merapihkan perlengkapan, meskipun hujan masih cukup deras mereka tetap akan melanjutkan perjalanan, karena mereka tidak ingin pulang terlalu larut malam.
Perjalanan dari Cianjur sampai ke Cipanas mereka lalui dengan cukup mudah tanpa kendala, hal lucu mereka temukan ketika sudah mencapai perjalanan mendaki dari Cipanas sampai ke Cibodas. Ryan yang memimpin jalan tiba-tiba menepi dan berhenti dipinggir jalan.
“woyyy, tangan gua mati rasa.. beku pisan ini, ke warpat dulu yak ntar ngopi bentar” teriak Ryan,
“hahahaha iya iya gua juga,  yaudah ntar berhenti aja ke warpat dulu” sahut yang lainnya,
“wan lu yang didepan yak” pinta Ryan kepada Iwan,
“iyadahh kalemm” Iwan mengiyakan permintaan Ryan,
Merekapun melanjutkan perjalanannya.
Sesampainya diwarpat puncak pass, mereka berenam tampak menggigil kedinginan, mereka segera memarkir motor, dan berlari masuk ke dalam warung.
“bang sini bang buruan mau mesen” teriak Iwan
“iyaa bang bentar” sahut tukangnya dari kejauhan sambil berlari kecil,
Setelah memesan, tidak lama kemudian minuman yang dipesan sudah datang semua.
            Lucunya saat mereka memgang gelas kopi atau teh yang masih panas mereka tidak merasakan apapun, tangan mereka masih mati rasa karena kedinginan sepanjang jalan. Dan hal itu membuat mereka berenam tertawa terbahak-bahak.
            Setelah sekitar 1 jam mereka beristirahat, mereka melanjutkan perjalanan pulang ke Depok, perjalanan pulang lebih cepat dari berangkat. Karena perjalanan hanya tinggal menuruni gunung, dan kebetulan mereka bersama konvoi motor gede yang berkendara sangat ngebut, jadi mereka terus mengekor pada konvoi tersebut sampai Bogor.
            Setelah sampai di Depok mereka berenam berpencar dan pulang kerumahnya masing-masing. Sesampainya dirumah mereka merebahkan badannya di kasur. Lelah dan pegal serasa tidak mau hilang dari badan, namun terbayar dengan rasa puas dan senang yang mereka dapatkan.  Pengalaman yang tidak akan mereka lupakan seumur hidup, dan akan terus menjadi bahan perbincangan saat nanti mereka tidak lagi bersama-sama, tidak lagi berenam melewati perjalanan yang penuh rintangan.


 Pengarang : Kurniawan Sutanto Putra | 14113898 | 3KA22